hidropnik

Jenis Tanaman Buah dan Sayur Hidroponik yang Cocok untuk Lahan Sempit

Budidaya 10 Nov 2021

Teknik hidroponik makin populer di kalangan masyarakat belakangan ini. Teknik penanaman tanpa tanah ini dinilai lebih efisien karena tidak memakan banyak tempat. Bahkan, kamu bisa menyulap teras rumah atau halaman yang sempit jadi lahan perkebunan dengan menanam sayur hidroponik.

Pada dasarnya, media tanam yang digunakan adalah air. Tanaman hidroponik juga lebih mudah dikelola karena hama dapat dikendalikan dengan mudah tanpa perlu menggunakan pestisida ataupun herbisida. Bahkan, tanaman sayur hidroponik memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibanding tanaman konvensional.

Sayangnya, tidak semua jenis tanaman bisa ditanam dengan teknik hidroponik. Namun, kamu tak perlu khawatir, sebab beberapa sayur berikut ini bisa jadi pilihan terbaik untuk berkebun di lahan sempit.

Tanaman Sayur Hidroponik yang Cocok untuk Lahan Sempit

1. Selada

Selada merupakan tanaman yang mudah ditanam dan cepat tumbuh. Ada beberapa jenis selada yang bisa dibudidayakan secara hidroponik, seperti selada romaine, selada keriting, hingga selada hijau. Saat mulai menanam selada secara hidroponik, sebaiknya letakkan di tempat teduh terlebih dahulu agar tanaman beradaptasi.

Setelah itu, kamu bisa memindahkannya ke tempat yang terkena sinar matahari. Kalau cuaca terlalu panas, kamu bisa menambahkan paranet di atasnya agar selada tidak layu. Selada yang ditanam secara hidroponik hanya membutuhkan waktu 30-40 hari sampai masa panen.

2. Kangkung

Kangkung juga bisa dijadikan ide tanaman sayur hidroponik di rumah. Selain rasanya yang lezat, kangkung memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Kamu bisa menyemai benih kangkung di botol atau baskom plastik berisi air.

Setelah 30 hari, kamu bisa memanen kangkung dengan cara memotong daunnya. Budidaya kangkung secara hidroponik juga terbilang mudah, karena tidak membutuhkan perawatan ekstra. Kamu hanya perlu mengecek pertumbuhan kangkung dan mengganti larutan pupuk secara berkala.

3. Sawi Hijau

Sawi hijau juga termasuk tanaman sayur yang mudah dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Buat kamu yang masih pemula, siapkan media tanamnya terlebih dahulu, seperti abu sekam, styrofoam atau pipa, botol plastik, hingga larutan nutrisi hidroponik.

Setelah menyiapkan media tanamnya, mulailah menyemai bibit sawi di tanah. Upayakan untuk memilih area penyemaian yang tidak terkena matahari secara langsung. Nantinya bibit akan mulai tumbuh setelah tiga atau empat hari penyemaian. Bibit baru siap dipindahkan ke media hidroponik setelah tumbuh 2-3 helai daun.

Menanam sawi dengan teknik hidroponik juga terbilang mudah. Kamu hanya perlu mengontrol larutan nutrisi agar sawi tumbuh secara maksimal. Sawi mulai bisa dipanen setelah 25 hingga 30 hari penanaman.

4. Kacang-kacangan

Ide kebun sayur hidroponik yang tak kalah menarik adalah menanam kacang-kacangan, seperti buncis, kacang polong, dan kacang panjang. Sama seperti lainnya, kacang-kacangan juga tidak membutuhkan perawatan ekstra.

Kamu hanya perlu mengecek larutan nutrisi hidroponik dan mengontrol hama tanaman. Kacang-kacangan mulai bisa dipanen setelah 6 sampai 8 minggu. Setelah itu, tanaman ini masih bisa kamu panen hingga 3-4 bulan lamanya, lho.

5. Tomat

Tomat juga bisa kamu tanam secara hidroponik di lahan sempit. Namun, tanaman yang satu ini membutuhkan penanganan khusus jika dibandingkan dengan sayur lainnya, terutama dalam pemilihan bibit. Kalau kamu tertarik untuk menanamnya di rumah, sebaiknya pilihlah bibit berkualitas yang dijual di toko pertanian.

Sementara untuk media tanamnya, kamu bisa menggunakan sabut agar penyerapan airnya lebih maksimal. Biji tomat yang disemai baru akan tumbuh setalah 10-14 hari. Agar tanaman tomat hidroponik tumbuh secara maksimal, perhatikan pula asupan sinar matahari dan suhunya.

Tanaman tomat setidaknya membutuhkan cahaya sekitar 8-10 jam per harinya. Selain itu, suhu ideal untuk tomat agar bisa tumbuh subur adalah 18-25 derajat celcius. Kamu juga harus memastikan tomat mendapatkan nutrisi secara penuh agar tumbuh subur. Tomat mulai bisa dipanen setelah 60-65 hari.

6. Pakcoy

Jenis tanaman sayur hidroponik yang tak kalah populer adalah pakcoy. Sama seperti sawi, pakcoy juga relatif mudah dibudidayakan. Dalam hal ini, pemilihan bibit pakcoy juga akan memengaruhi kualitas tanamannya.

Selain itu, teknik penyemaian bibit juga berpengaruh pada proses tumbuhnya. Untuk menyemai benihnya, kamu bisa memasukkan benih pakcoy ke dalam air, angkat, lalu bungkus dengan tisu atau kain yang basah. Benih pakcoy akan pecah setelah 1-2 hari dan akan lebih mudah tumbuh ketika ditanam dengan teknik hidroponik.

Setelah itu, pindahkan bibit pakcoy ke media tanam yang sudah kamu siapkan. Selama proses penanaman, pakcoy membutuhkan nutrisi hidroponik dari sampah organik. Selain itu, kamu perlu mengontrol pH airnya.

Agar kondisinya terjaga, kamu juga perlu mengontrol pakcoy secara rutin agar tidak ada hama yang merusak tanaman. Tanaman ini mulai bisa dipanen setelah 4 minggu penanaman. Biasanya waktu terbaik untuk memanen pakcoy adalah saat pagi atau sore hari.

7. Bayam

Bayam juga bisa kamu jadikan tanaman sayur hidroponik paralon, baik bayam hijau maupun merah. Bayam hidroponik tidak membutuhkan banyak perawatan. Kamu hanya perlu menambahkan larutan nutrisi dan mengontrol kondisinya agar terhindar dari hama.

Tanaman bayam yang memasuki usia 25 hari setelah masa penanaman sudah mulai bisa dipanen. Kamu bisa mencabut bayam hingga ke akarnya pada saat memanennya.

8. Daun Bawang

Daun bawang sangat cocok dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Sebab tanaman yang satu ini membutuhkan banyak air untuk tumbuh. Kamu bisa menggunakan gelas kaca ataupun botol plastik untuk menanam daun bawang.

Sementara untuk bibitnya, kamu bisa membelinya di toko pertanian. Pastikan bibit yang kamu pilih memiliki kualitas bagus agar daun bawang tumbuh subur. Setelah bibit daun bawang dipindahkan ke media tanam, kamu perlu menambahkan cairan nutrisi secara rutin.

Selain memastikan nutrisinya tercukupi, daun bawang juga membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa tumbuh subur, yakni sekitar 12-14 jam per harinya. Sebab itu, kamu bisa menanam daun bawang di teras atau balkon.

Daun bawang mulai bisa dipanen setelah 6-8 minggu penanaman. Sementara 3-4 minggu setelah panen adalah pertumbuhan berikutnya.

9. Lobak

Kalau kamu mencari tanaman sayur hidroponik di rumah yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, lobak adalah pilihan yang tepat. Tanaman ini akan tumbuh subur pada suhu udara yang dingin. Ada beberapa jenis benih lobak yang bisa kamu tanam secara hidroponik, seperti lobak merah dan lobak putih.

Setelah penyemaian, butuh waktu 3 sampai 7 hari hingga benih tumbuh. Agar lobak tumbuh subur, sebaiknya kamu memperhatikan suhu dan pH air yang dijadikan media tanamnya. Lobak bisa kamu panen setelah 60-80 hari masa tanam. Meski begitu, lamanya masa tanam tidaklah sama antara varietas satu dan yang lainnya.

Menanam sayuran dengan teknik hidroponik di rumah tidak hanya menciptakan lingkungan hijau, tapi juga menghemat pengeluaran. Karena sayuran yang ditanam bisa kamu konsumsi sehari-hari. Kamu bisa membeli bibit sayur hidroponik cepat panen di toko online Pohaci.

Tag

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.