Riset Pangsa Pasar Pake Google Trends Yuk!

Riset Pasar 10 Okt 2021

Memastikan komoditas yang bakal kita tanam punya pangsa pasar penting banget dilakukan. Hal ini tentu untuk menentukan komoditas apa yang masih berpeluang untuk dibudidayakan. Selain itu, kita jadi punya gambaran di daerah mana sebaiknya kita memasarkan tanaman hasil budidaya. Sebagai langkah awal, kita bisa melakukan riset pangsa pasar dengan Google Trends

Google merupakan perusahaan yang paling banyak mengumpulkan data dari penggunanya. Berbagai layanan Google mengumpulkan berhasil data sebanyak 64,4% dari penngguna di seluruh dunia. Kita diuntungkan karena pengguna internet di Indonesia mencapai mencapai 202,6 juta atau 73,7% dari total populasi sebesar 274,9 juta jiwa pada tahun 2021.

Bagaimana caranya?

Pertama kita dapat mengakses laman Google Trends, selanjutnya kita gunakan fitur "compare" untuk mengetahui perbandingan permintaan dan penawaran suatu komoditas. Kali ini kita gunakan contoh "bayam". Selanjutnya kita pilih kata kunci yang mewakili jumlah petani bayam misalnya "benih bayam", "bibit bayam", "jual bayam" dst. Selanjutnya untuk mengetahui jumlah permintaan kita bisa menggunakan kata kunci yang mewakili konsumen seperti "olahan bayam", "harga bayam","beli bayam" dst.

Berikutnya Google akan memberi grafik perbandingan kedua kata kunci. Bedasarkan gambar di atas, dapat kita lihat jika kata kunci "olahan bayam" lebih banyak dicari di Google dibanding "benih bayam". Maka dapat kita asumsikan sementara bahwa ada peluang pasar . Berikutnya, kita perlu tau permintaan bayam datang dari daerah mana saja.

Dapat kita lihat bahwa pangsa pasar bayam di Pulau Jawa cukup tinggi. Misalnya kalian petani di Yogyakarta, maka peluang untuk menanam dan menjual bayam masih terbuka.

Kalian juga bisa tahu waktu-waktu ketika permintaan bayam tinggi. Maka kalian bisa memperkirakan waktu tanam. Nah, ini untuk contoh komoditas yang punya pangsa pasar baik. Sebaliknya jika pencarian pada Google Trends menunjukkan hasil seperti di bawah ini, maka sebaiknya kita hindari.

Tanama kunyit hitam yang sempat naik daun beberapa waktu lalu, ternyata kurang diminati oleh konsumen. Bisa kita lihat bahwa pencarian kata kunci "bibit kunyi hitam" cukup tinggi. Ini menandakan banyak yang tertarik untuk membudidayakan. Namun kata kunci "olahan kunyit hitam" yang mewakili konsumen sangat sedikit yang mencari. Ini indikasi bahwa kunyit hitam gak punya pangsa pasar yang baik.

Mudah kan? Kalian juga bisa coba-coba komoditas lain yang sekiranya potensial dan punya pangsa pasar baik di daerah kalian. Kalo kalian butuh benih bersertifikat berbagai macam sayuran yang punya pangsa pasar bagus, kalian bisa langsung ke Toko Pohaci atau toko Pohaciagro di Shopee

Sumber:

  • Statista
  • Website resmi Kominfo

Tag

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.