Mengenal Cerita Nyi Pohaci, Agar Kita Lebih Bisa Menghargai Alam

Budaya 26 Okt 2021

Ketika mengingat tentang cerita rakyat atau dongeng di masa kecil, cerita apa yang muncul di benakmu? Jawabannya mungkin sangat beragam karena masa kecil kita berbeda-beda. Faktanya memang Indonesia memiliki banyak sekali cerita rakyat. Lalu pernahkah kamu mendengar cerita tentang Nyi Pohaci Sanghyang Asri?

Sosok Nyi Pohaci Sanghyang Asri dari tanah Sunda lebih sering disebut Nyi Pohaci saja atau di Jawa disebut juga dengan Dewi Sri. Namanya dikenal sebagai Dewi Padi. Ia merupakan salah satu tokoh mitologi Hindu Buddha. Sejak ratusan tahun, Nyi Pohaci telah lama dikenal dalam berbagai literatur Sunda dan dikaitkan dengan sawah, padi, dan urusan kebutuhan hidup manusia. Selain Sunda, cerita Nyi Pohaci juga dikenal di masyarakat Suku Baduy. Kisahnya tentu menarik untuk ditelusuri lebih jauh dan diambil hikmahnya. Langsung saja kita simak ceritanya berikut ini.

Siapa Itu Nyi Pohaci?

Tahukah kamu siapa sebenarnya Nyi Pohaci dan bagaimana ceritanya? Konon Nyi Pohaci tidak terlahir seperti manusia, karena ia dipercaya asalnya adalah sebutir telur. Telur yang dimaksud dalam mitologi Sunda di zaman Hindu Buddha, awalnya berasal dari tetes air mata Sang Dewa Naga Anta dari dunia bawah. Kisahnya memang ajaib, dramatis, dan menyangkut beberapa sosok dewa dengan tabiat masing-masing.

Selain dunia bawah, ada juga dunia atas yaitu tempat bersemayamnya Dewa Guru. Dewa Guru mengatur banyak urusan. Awalnya Sang Dewa Guru dari dunia atas akan membangun istana. Seluruh dewa gotong royong untuk membangun istana Bale Mariuk atau Gedong Sasaka Domas. Tapi, Dewa Naga Anta tidak ikut gotong royong membangun, lantaran tidak memiliki tangan.

Ternyata Dewa Naga Anta dimarahi oleh Batara Narada yang merupakan wakil Dewa Guru. Dewa Naga Anta pun menangis karena hal itu. Padahal bukan berarti tidak mau membantu, hanya karena keterbatasannya. Karena tangisan itu, Dewa Naga Anta pun meneteskan air mata yang mana tetesannya berubah jadi 3 butir telur.

Kisah Nyi Pohaci Dimulai dari Telur

Dewa Naga Anta membawa tiga telur ke hadapan Dewa Guru. Karena tidak punya tangan, maka telur itu digigit. Kemudian di jalan Naga Anta ditegur oleh Elang dan tidak menjawab. Hal itu karena mulutnya sedang menyimpan telur-telur yang harus segera diserahkan ke Dewa Guru. Merasa diabaikan, Elang pun marah dan segera menyambar Dewa Naga Anta sampai dua telurnya jatuh ke bumi. Yang bisa diberikan ke Dewa Guru hanya satu butir saja. Dua telur yang turun ke bumi, di kemudian hari menjadi babi hutan dan hama yang mengganggu. Sebenarnya, di sinilah kisah Nyi Pohaci dimulai.

Setelah mengetahui sebutir telur yang dibawa Dewa Naga Anta, kemudian Dewa Guru menyuruhnya mengerami. Setelah beberapa waktu berlalu, keajaiban terjadi. Telur pun menetas menjadi bayi cantik yang diberi nama Nyi Pohaci. Seperti bayi manusia pada umumnya, Nyi Pohaci kecil juga disusui. Yang menyusui bayi Nyi Pohaci adalah Dewi Umah, yaitu istri Dewa Guru. Nyi Pohaci dirawat dengan baik di dunia atas yaitu Dewa Guru dan istrinya. Dari hari ke hari, pertumbuhan Nyi Pohaci semakin mengagumkan.

Nyi Pohaci Membawa Keajaiban ke Dunia Manusia

Melihat pertumbuhannya saat remaja, ternyata Dewa Guru semakin menyukainya. Dewa Guru ada maksud mempersuntingnya dan menjadikannya sebagai istri muda. Tapi Nyi Pohaci tidak bisa. Ia pun justru sakit dan kemudian meninggal dunia. Kepergiannya jelas membawa rasa duka yang mendalam.

Dewa Guru memerintahkan agar jasad Nyi Pohaci dikuburkan ke dunia tengah atau dunia manusia. Konon dari tempat di mana Nyi Pohaci dikubur itu muncul bermacam-macam tanaman yang bermanfaat untuk manusia. Bagian kepala tumbuh jadi kelapa. Bagian mata kanan menjadi padi putih. Mata kiri jadi padi merah. Kemudian hatinya pun menjadi ketan. Bagian paha kanan jadi bambu aur, sedangkan paha kiri jadi bambu tali.

Tidak hanya itu, betisnya pun jadi pohon enau, ususnya jadi akar tunjang, dan rambutnya jadi rumput. Legenda Nyi Pohaci pun semakin dikenal masyarakat tanah Sunda dan juga menyebar ke seantero Nusantara. Bahkan ada anggapan bahwa semua tanaman yang dibutuhkan oleh masyarakat di tanah Sunda berasal dari dalam tubuh Nyi Pohaci.

Banyak Hikmah yang Bisa Dipetik

Meskipun cerita Nyi Pohaci hanyalah mitologi semata, tapi ada banyak hikmah yang bisa diambil. Seolah-olah para leluhur ingin berpesan untuk menjaga dan menghormati alam. Karena itulah cerita Nyi Pohaci masih terus dikenang dan diangkat di beberapa festival. Cerita seperti ini juga menjadi pengingat untuk generasi muda bahwa dulunya nenek moyang kita memiliki tradisi lisan yang kuat, sebelum mengenal tulisan.

Tradisi lisan yang dikenang sampai sekarang ini pastinya juga ada banyak pesan kebijaksanaan di dalamnya. Khususnya karenanya filosofi padi yang tumbuh subur dari tempat bersemayamnya Nyi Pohaci.

Sebagian masyarakat memang meyakini hal ini sebagai sesuatu yang sakral. Karena manusia pada dasarnya juga bagian dari alam yang juga bergantung kepada alam sepanjang hidupnya. Karena itu, urusan menjaga alam adalah kewajiban manusia seumur hidup. Dengan demikian kehidupan manusia lebih damai, berkecukupan, tanpa harus merusak alam.

Bahkan kita bisa hidup sehat dan sejahtera, salah satunya karena pengorbanan para leluhur kita. Secara tidak langsung, cerita Nyi Pohaci juga membuat kita semakin mensyukuri rezeki dari Tuhan yang diberikan lewat alam.

Dalam mitologi Nyi Pohaci, tanaman-tanaman yang tumbuh itu diyakini adalah wujud anugerah dari dunia atas yang bersifat sakral. Jadi manusia tidak boleh untuk memperlakukan tanaman itu semaunya sendiri. Tetap harus memiliki rasa hormat mendalam untuk menikmati dan mengelolanya.

Itulah cerita tentang Nyi Pohaci yang membuat kita lebih menghargai alam seisinya. Cerita ini juga melambangkan bahwa unsur langit dan bumi bisa bersatu untuk keberlangsungan hidup makhluk seluruh alam. Keberlangsungan hidup itu salah satunya ditopang oleh aktivitas pertanian yang menghasilkan beragam hasil bumi.

Manusia bisa hidup sehat dan mencukupi kebutuhan ketika lahan pertanian berfungsi optimal. Bahkan dengan hasil panen melimpah, masyarakat bisa meningkatkan taraf hidupnya. Mulai dari kesadaran itulah Pohaci.id hadir untuk masyarakat.

Startup pohaci.id ingin membantu petani dengan berbagai tips pertanian, konsultasi gratis, penjualan bibit, dan benih bersertifikat. Pohaci juga memiliki Robo Advisor Pertanian yang bisa memberi rekomendasi terkait bidang pertanian yang paling menguntungkan.

Robo Advisor Pertanian sendiri adalah teknologi kecerdasan buatan berbasis pertanian karya anak bangsa. Teknologi yang satu ini akan membantumu mendapatkan strategi pertanian terbaik, volume pengairan, takaran pupuk, prospek harga, kondisi lahan, dan prediksi cuaca. Semuanya dirancang untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi petani. Kamu bisa menghubungi kami melalui link https://pohaci.id/contact untuk mendapatkan layanan dari Pohaci.id sesuai kebutuhanmu.

Tag

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.