Cara Menanam Selada di Rumah, Bisa di Polybag Atau Botol Plastik

Budidaya 8 Nov 2021

Selada jadi salah satu sayuran yang banyak digunakan sebagai lalapan. Tak hanya nikmat untuk dikonsumsi, selada juga bisa dibudidayakan dengan mudah. Cara menanam selada bisa kamu lakukan dengan polybag ataupun botol plastik bekas.

Ada beberapa jenis selada yang biasa dikonsumsi, mulai dari selada keriting, selada merah, dan lain sebagainya. Masing-masing memiliki kandungan vitamin dan mineral yang bagus untuk kesehatan tubuh. Nah, jika kamu ingin menanam selada di rumah, berikut ini beberapa persiapan yang perlu dilakukan.

Persiapan Menanam Selada

1. Memilih Benih

Memilih benih dengan varietas terbaik adalah tahap pertama dalam budidaya selada. Kamu bisa memilih benih selada untuk dataran rendah, menengah, atau tinggi. Selain itu, benih selada dapat disesuaikan dengan kondisi tanah yang akan digunakan untuk budidaya.

Benih selada bisa kamu dapatkan di toko alat pertanian, toko tanaman, maupun petani lokal yang membudidayakan selada. Semakin berkualitas benih yang kamu pilih, maka semakin bagus pula kualitas selada yang tumbuh.

2. Siapkan Media Tanam

Tahap yang kedua adalah menyiapkan media tanam selada berupa tanah gembur, sekam padi, dan pupuk kandang. Campur ketiganya dan masukkan ke dalam polybag, pot, ataupun botol plastik bekas. Setelah itu, buatlah lubang sedalam 2 cm untuk memasukkan benih selada.

Biasanya benih selada akan tumbuh beberapa hari setelah penyemaian. Kalau kamu ingin memindahkannya ke lahan yang lebih besar, tunggulah kurang lebih 2 minggu sampai selada memiliki 4-5 helai daun. Jika tidak, kamu bisa meneruskan untuk menanam selada di polybag atau botol plastik tersebut sampai waktunya panen.

3. Perawatan Tanaman Selada

Cara menanam selada di rumah bisa dibilang susah-susah gampang. Meskipun bisa dibudidayakan di polybag maupun secara hidroponik, tapi selada butuh perawatan rutin agar berkembang dengan baik. Selada akan tumbuh dengan baik jika kondisi tanahnya subur. Oleh karenanya, lakukanlah pengecekan tanah secara rutin, termasuk mengukur kadar pH tanahnya.

Selada juga membutuhkan air yang cukup untuk bisa tumbuh. Jika kamu menanamnya dengan media tanah di polybag atau pot, sebaiknya kamu menyiramnya secara teratur di saat pagi dan siang hari. Namun, jangan terlalu berlebihan agar tidak menimbulkan genangan air di sekitar area tanam.

Di musim penghujan, kamu bisa mengurangi frekuensi penyiraman agar tanah tidak terlalu becek dan kelembapannya tetap terjaga. Pastikan juga tidak ada tanaman liar yang tumbuh di sekitar selada agar tidak mengganggu pertumbuhannya.

4. Masa Panen

Cara menanam salada dalam polybag tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke masa panen. Setelah 40 hingga 50 hari penyemaian benih selada, kamu sudah bisa memanennya. Meski begitu, memanen selada juga tak boleh sembarangan lho.

Waktu terbaik untuk memanen selada adalah saat pagi hari. Kamu bisa mencabut selada hingga ke akarnya, lalu pisahkan selada berdasarkan kondisinya. Buanglah bagian daun yang layu atau menguning. Sementara selada yang segar bisa langsung kamu konsumsi.

Hama Tanaman Selada

Budidaya selada tidak terlepas dari gangguan hama dan penyakit. Keduanya bisa menyebabkan gagal panen, karena selada tidak layak dikonsumsi. Ada beberapa hama yang sering mengganggu tanaman selada, di antaranya adalah:

1. Jangel

Hama yang satu ini bentuknya hampir mirip seperti siput. Namun, ukurannya hanya sekitar 2 cm saja. Meskipun berukuran kecil, hama jangel sering kali bersembunyi pada pangkal daun di bagian dalam. Jika dibiarkan, hama ini dapat menghabiskan daun selada, mulai dari yang baru tumbuh sampai selada yang siap panen.

Untuk mengatasi hama jangel, kamu bisa menaburkan abu kayu di sekitar akar tanaman atau permukaan tanah yang dijadikan media tanam. Selain itu, abu kayu bisa dicampurkan ke dalam air untuk disemprotkan secara langsung ke tanaman selada.

2. Ulat

Meskipun cara menanam selada keriting terbilang mudah, tapi kehadiran hama tanaman jadi ancaman tersendiri, salah satunya adalah ulat Trichoplusia sp. Biasanya hama ini menyerang bagian bawah tanaman lebih dulu sebelum memakan daun-daun yang muda.

Jika jumlahnya sedikit, kamu bisa mengatasinya secara manual dengan mengambilnya untuk dimusnahkan. Namun, jika hama mulai tak terkendali, kamu bisa mengatasinya dengan kunir.

3. Kutu Daun

Kutu daun juga perlu diwaspadai, karena hama ini bisa menyebabkan daun selada mengerut dan kering karena kurang air. Jika hama kutu daun menyerang selada yang baru tumbuh maka tanaman akan menjadi kerdil. Hama kutu daun dapat diatasi dengan insektisida sesuai dosis yang sudah dianjurkan agar kamu tidak gagal panen.

Penyakit Tanaman Selada

Cara menanam selada secara hidroponik tak serta-merta menjauhkannya dari penyakit yang bisa membuat kualitas tanaman menurun. Biasanya penyakit tanaman selada disebabkan oleh bakteri ataupun jamur. Ada tiga penyakit tanaman selada yang perlu kamu waspadai jika ingin membudidayakan tanaman ini, di antaranya:

1. Soft Rot

Penyebab utama dari penyakit soft rot pada tanaman selada adalah bakteri Erwinia carotovora. Umumnya bakteri ini mulai menyerang pada bagian tepi daun dan menyebabkan warnanya berubah kecokelatan sebelum layu. Bakteri ini dapat menyerang tanaman selada saat masih ditanam maupun saat sudah dipanen.

2. Busuk Batang

Cara menanam selada air memang simpel, tapi kalau sudah terserang penyakit busuk batang, kamu bisa gagal panen. Batang selada yang terserang penyakit busuk batang biasanya bertekstur lunak dan mengandung lendir. Penyakit tanaman selada ini biasanya disebabkan oleh cendawan Rhizoctania solani.

Busuk batang tidak hanya menyerang selada yang sudah siap panen, tapi juga selada yang baru tumbuh, apalagi jika kondisi tanah terlalu lembap. Untuk mencegah penyakit ini, kamu perlu menjaga kebersihan lahan dan kelembapan tanahnya. Jika busuk batang sudah parah kondisinya, kamu bisa menggunakan fungisida untuk mengatasinya. Namun, pastikan dosisnya sesuai dengan yang sudah dianjurkan.

3. Busuk Pangkal Daun

Terakhir ada penyakit busuk pangkal daun yang disebabkan oleh Felicularia filamentosa yang menyerang pada bagian pangkal daun. Berbeda dari kedua penyakit sebelumnya, busuk pangkal daun biasanya menyerang tanaman selada yang sudah siap panen.

Untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal daun pada tanaman selada, kamu bisa menyemprotkan pestisida alami maupun kimia. Jika menggunakan pestisida kimia, sebaiknya perhatikan lingkungan sekitar yang kamu gunakan untuk budidaya selada. Penyakit ini juga bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lahan dan memastikan sistem irigasi berfungsi dengan baik.

Nah, itu tadi cara menanam selada dalam pot atau polybag. Kalau kamu kesulitan menemukan bibit selada berkualitas, kamu bisa mendapatkannya di toko online Pohaci. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan pupuk dan pestisida untuk perawatan selada.

Agar tidak gagal panen, pastikan kamu mengecek kondisi media tanam selada secara rutin, ya. Dengan begitu, hama dan penyakit tanaman selada dapat diantisipasi sedini mungkin, sehingga kualitasnya tetap terjaga.

Tag

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.