Budidaya Sawi di Pekarangan Paling Mudah

Budidaya 22 Des 2021

Tanaman sawi dikenal sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan, termasuk di pekarangan rumah. Anda bisa memanfaatkan lahan kosong di pekarangan, lalu mulai menanam sawi saat itu juga. Tentunya, Anda bisa melakukan budidaya sawi di pekarangan secara langsung di lahan, hidroponik, maupun vertikultur.

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan budidaya sawi, maka bisa simak ulasannya berikut ini.

Pemilihan Benih

Ketika ingin menanam sawi di pekarangan rumah, pastikan benih yang Anda beli memiliki kualitas baik dan belum kadaluwarsa. Hal ini dilakukan agar tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen sawi yang sangat bagus.

Kemudian, Anda harus merendam benih terlebih dahulu dengan air selama kurang lebih 2 jam. Saat masa perendaman, benih yang mengapung bisa Anda pisahkan, lalu buang. Sedangkan benih yang meredam bisa digunakan untuk proses penyemaian dan pembibitan nanti.

Pengolahan Lahan Tanah

Setelah memilih benih sawi untuk dibudidayakan, selanjutnya Anda harus melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Tujuan dari pengolahan lahan tanah ini adalah agar tanah yang akan digunakan lebih gembur dan terhindar dari beragam penyakit.

Anda dapat mengolah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 20 sampai 40 cm dan membuat sebuah bedengan. Jangan lupa untuk membersihkan rumput serta gulma yang tumbuh di sekitar lahan. Sebab, tanaman sawi lebih menyukai area terbuka saat proses pertumbuhannya.

Setelah itu, Anda dapat memberikan pupuk kandang sebanyak 10 ton per-hektare yang digunakan sebagai pupuk dasar. Selanjutnya, Anda bisa meratakan pupuk dengan tanah yang sedang digemburkan. Apabila pH tanah bersifat asam, maka tambahkan kapur pertanian agar pH tanah kembali normal.

Proses pengolahan lahan tanah ini sebaiknya dilakukan sejak 2 sampai 4 minggu sebelum penanaman.

Proses Pembibitan

Cara budidaya sawi di pekarangan selanjutnya adalah melakukan pembibitan dengan cara menyemai benihnya agar dapat beradaptasi dengan lingkungan. Anda dapat membuat media semai menjadi bedengan yang memiliki lebar 80 sampai 120 cm, serta panjang 1 sampai 3 meter.

Untuk tinggi bedengan sendiri, Anda dapat membuatnya sekitar 20 sampai 30 cm, lalu taburi bedengan itu dengan pupuk kandang, 7,5 gram KCI, 20 gram pupuk urea, dan 10 gram TSP.

Jika sudah, Anda dapat menaburkan benih sawi, lalu tutupi dengan tanah setebal 1 sampai 2 cm saja. Lakukan penyiraman bibit secara rutin. Apabila sudah berusia 3 sampai 4 minggu, maka tanaman atau bibit yang ada di bedengan dapat Anda pindahkan ke area lahan.

Perawatan

Perlu diketahui bahwa tanaman sawi tidak perlu disiram, apabila curah hujan cukup tinggi. Namun, jika Anda menanamnya saat musim kemarau, maka lakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari secara rutin. Sedangkan jika cuaca tidak cukup panas, Anda cukup menyiramnya satu kali sehari saja.

Kemudian, Anda dapat melakukan penjarangan saat usia tanaman sudah mencapai 2 minggu sejak penanaman dilakukan. Dalam melakukan penjarangan ini, Anda cukup mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat saja.

Tak hanya itu, Anda juga harus melakukan penyiangan terhadap gulma sebanyak 2 sampai 4 kali selama masa perawatan berlangsung. Apabila kondisi tanah sudah mulai mengeras, maka lakukan penggemburan serta pengguludan bersamaan dengan proses penyiangan.

Apabila tanaman sawi sudah mencapai usia 3 minggu setelah penanaman, maka Anda dapat memberikan pupuk susulan, berupa pupuk organik atau pupuk buatan.

Demikian beberapa cara budidaya tanaman sawi di pekarangan yang bisa Anda coba lakukan. Kini, menanam sayuran juga bisa dilakukan di pekarangan rumah, bukan? Sehingga, proses perawatan pun bisa dilakukan dengan mudah dan Anda bisa memiliki banyak waktu untuk menanam benih sawi lebih banyak lagi.

Tag

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.